Kita sebenarnya

Kita sebenarnya…
lebih gembira menyambut 1 Jan dari 1 Muharram
Kita sebenarnya…
lebih tahu apa itu 14 Feb dari 12 rabiulawal
Kita sebenarnya…
lebih membesarkan hari sabtu dan ahad dari hari Jumaat
Kita sebenarnya…
lebih khusyuk mendengar lagu dari mendengar azan
Kita sebenarnya…
lebih suka lepak dari mendirikan solat
Kita sebenarnya…
lebih tahu nama-nama artis dari 99 nama-nama Allah
Kita sebenarnya…
lebih suka memberi ucapan helo atau hai dari ucapan Assalamualaikum
Kita sebenarnya…
lebih suka menyanyi dari berwirid atau bertasbih
Kita sebenarnya…
lebih suka memuji sesama manusia dari memuji Allah
Kita sebenarnya…
lebih suka membaca majalah hiburan dari buku-buku agama dan AlQuran
Kita sebenarnya…
lebih suka pergi konsert dari ceramah agama
Kita sebenarnya…
lebih suka mengumpat, mengata dan memaki dari mendoakan dan menasihati
Kita sebenarnya…
lebih suka kemungkaran dari kebaikan
Kita sebenarnya…
lebih bangga dengan kejahilan dan dosa yang kita lakukan dari menyesalinya dan bertaubat
Kita sebenarnya…
lebih cintakan dunia dari akhirat
Tapi, bila ada orang tanya arah tujuan kita, kita lebih suka menjawab….
Kita sebenarnya…
lebih suka menuju ke syurga dari neraka…
tapi layakkah kita dengan syurga Allah S.W.T.?

“Sesungguhnya, akhirat itu negeri yang kekal abadi.. Barngsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka ia tidak akan dibalas melainkan setimpal dengan perbuatan jahat itu. Dan barangsiapa yang mengerjakan amalan soleh, baik lelaki mahupun perempuan, sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk syurga, mereka diberimrezeki di dalamnya tanpa hisab.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s